Lha, Semua Barang Keinginan Abah Ada Semua di Prelo. Murah lagi!


Sebagai siapa, Abah harus menulis daftar keinginan? Butuh nggak butuh, pengen nggak pengen. Disebut butuh, masih bisa ditunda. Disebut nggak pengen, ya mau. Apalagi jika harganya pas di kantong.

Abah sangat yakin, setiap dari kita tentu saja punya keinginan masing-masing. Yang boleh jadi, jika ditulis akan jadi panjang sekali daftarnya. Namanya juga manusia. Senantiasa sempurna mencipta keinginan.

Nyatanya, maksud hati ingin memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Alhasil, tak mampu beli yang asli, barang KW pun jadilah. Yang pasti, jangan barang palsu.

Waladah, lha sama saja tho Bah..

Ndak, itu bukan pendapat Abah. Itu orang lain, Abah mah beda.

Abah pegang prinsip, jika tak mampu beli sekarang ya menabung. Jangan mencicil. Tak sanggup beli baru, yang seken pun tak mengapa.

Pilih mana, baru tapi KW. Atau, seken tapi original?

Paling enak, barang baru dan original tentu saja. Tapi ya, nggak selamanya kita bisa memenuhi ekspetasi keingian itu, harus pas 100% presisi. Ada ruang untuk berdamai.

Soal memilih barang second, sudah masuk dalam strategi keuangan rumah tangga. Tidak seluruh, tapi barang-barang tertentu saja. Alokasinya pun sekitar 10-20% saja.

Yaiyalah, secara postur APBRT (Anggaran Pendapatan dan Belanja Rumah Tangga) Abah didominasi untuk belanja dapur bulanan dan tetek-bengek pengeluaran rutin macam PDAM, pulsa, listrik dan asuransi. Masak iya semua tagihan tadi mau dibeli seken? ūüėÄ

Jikapun ada dana tersisa, paling digunakan untuk ganti jaket, jam tangan, alat motor, buku atau yang lainnya.

Di kota Abah, ada pasar loak yang cukup terkenal. Namanya Pasar Cinde. Lebih khusus lagi di hari Minggu pagi, antara jam 5 subuh hingga jam 10 pagi. Banyak barang seken yang berdatangan.

Salah satu pelapak barang bekas di Pasar Cinde Palembang

Di sana, banyak barang-barang bekas yang dijajakan. Ibarat kata fresh from the oven. Lagi panas-panasnya alias hot. Bahkan barangnya (ditakutkan) barang panas. Ya, barang hasil curian alias barang peretelan. Nggak seluruh, mungkin sekian persen saja.

Itupun kabar burung yang Abah dengar. Kabar yang telah santer terdengar sejak Abah masih duduk di bangku SMA medio 90-an silam.

Singkat cerita, setelah menikah, Abah baru sempat dua kali ke sana, itupun baru-baru ini. Penasaran saja. Niatnya mau lihat-lihat barang unik yang ada di situ. Sambil berharap ada barang-barang lucu yang bisa dibeli.

Dan setelah ngider masuk lorong keluar gang sempit, dapat beberapa barang hasil buruan. Macam jam tangan second untuk anak dan istri, aksesoris hape (yang ini baru – tapi harga miring), jaket bekas, dan lain-lain.

Barang hasil berburu di pasar loak cuma bertahan 3 bulan saja!

Lumayan sih, bisa dipake. Tapi sayangnya, karena barang sekennya gak jelas dan gak ada jaminan yang meyakinkan, baru dipake 3-4 bulan, jam tangan buat bini dan anak Abah, sudah rusak. Seperti bisa dilihat dalam gambar di atas.

Dua-duanya jam merek Casio. Tenar di masanya. Yang kiri Casio G-Shock, asli tapi seken belasan tahun. Jam ini hits banget waktu Abah SMA dulu. Tapi karena, kondisi keuangan anak kost-kostan gak memungkinkan, ya nggak bisa beli. Harganya dulu Rp150.000 kalo nggak salah. Ini beli di Pasar Cinde dapetnya Rp75.000 sama jam istri.

Sedangkan jam istri, itu keluaran tahun 2003. Pasalnya, Istri sudah pernah beli juga dulu, waktu masih bekerja di Batam. Harganya 1/4 suku emas, Rp 250.000 waktu itu. Jadi maksud hati ingin merasakan kembali jam penuh kenangan, maka ia pun beli.

Dan ya rusak..

Marketplace Prelo

Coba kalo Abah tahu ada aplikasi semacam Prelo, nggak perlulah ngubek-ngubek ke pasar loak. Cukup duduk manis di teras, ditemani teh manis pas sore hari dan siap browsing barang-barang lucu yang bisa segera memenuhi daftar keinginan Abah.

Prelo?

Iya, Prelo. Semacam marketplace yang menyediakan aneka barang bekas dan semi-baru. Beda dengan toko sebelah, di sini yang dijual adalah barang kesayangan dari tuannya yang sudah nggak kepake lagi, istilah orang bulenya preloved. Jadi bukan barang rusak ataupun barang kumal. 99% dijamin, barang yang dijual – meskipun disebut barang bekas, tapi dalam kondisi sangat baik.

Dan satu lagi, Prelo memberi jaminan jika barang seken yang dijual adalah barang asli alias original. Jadi, pelapak yang bermaksud menjual barang KW alias barang imitasi bin palsu bakal siap-siap diusir ya.

Kok bisa disebut barang seken dalam kondisi baik? Ya bisa, sebagai contoh ada yang jual kosmetik preloved-nya bukan bekas pemakaian harian, tapi karena kosmetik mahal itu ia dapat sebagai hadiah dari lomba, dan baru dibuka bungkus aja sambil diusap-usap sepintas lalu. Saking sayangnya dengan barang itu, ya sayaaa..ng banget dipakai.

Soalnya juga yang empunya punya kosmetik lain atau bisa jadi penyuka tata rias minimalis.

So, daripada nggak kepake lebih baik dilapakin aja ke Prelo, gitu..

Trus, buat pecinta buku juga. Banyak sekali buku-buku yang masih bersampul plastik dan dijual di sini. Tentu saja, karena statusnya udah lama berada di tangan dan tidak sempat-sempat dibaca, jadinya barang seken. Kan beruntung banget, bisa dapat barang semi-baru tapi seken dengan harga miring.

Abah juga coba ngubek-ngubek, sembari nungguin Fathir sekolah. Kaget bener-bener kaget, barang yang bisa bikin Abah ngiler karena harganya cukup mahal, di Prelo malah bisa dapat setengah harga!

Contohnya ini, Keyboard wireless Logitech Combo mk 220 : Gadget penting untuk menulis Abah ini, sudah jadi incaran beberapa bulan lalu, tapi karena budget pas-pasan jadinya beli yang  wired, portnya saja masih PS2 belum USB, seharga 85 ribu. Coba Abah bersabar sedikit, dengan menambah Rp 25 ribu, sudah bisa memiliki keyboard idaman seharga Rp 110.00 saja dari harga toko yang mencapai Rp.250 ribu. Deuh!

Ini keyboard Abah di rumah, masih pake kabel.

Jadi biarlah, untuk sementara waktu masuk ke wishlist aja dulu.

Sembari menabung sisa uang bensin dan dari proyek kecil-kecilan menggarap desain, inilah lima barang idaman Abah. Tapi, situ jangan heran ya, karena barang-barang idaman Abah, cenderung yang prentilan alias remeh temeh tapi sangat dibutuhkan untuk kerja Abah.

1. Nikon D7000

Pengen dong, Abah punya kamera pro sekelas Nikon D7000 ini. Biar anti mainstream! Abah sering keki berat – saat di acara resmi, mau mendokumentasikan kegiatan, tiba-tiba terhalang ibu-ibu yang berlagak pilon, juga mengambil gambar. Belum lagi staf kantor lain, yang sedemikian alay-nya juga serentak mengangkat kamera hape. Soalnya, kita sama-sama memfoto pakai kamera hape. Alhasil, semua merasa punya derajat dan previlege yang sama untuk mengambil foto.

Makanya Abah pengeee…n banget punya kamera ini, biar agak wibawa dikit pada saat mengambil gambar, gitu..

2. Keyboard Logitech Wireless Combo MK220Ini-nih, barang yang sempat bikin Abah uring-uringan, pas baru kenal dengan Prelo. Apa pasal? Karena sudah keduluan membeli keyboard versi biasa, eh nggak tahunya di Prelo, versi wireless-nya malah bisa didapat dengan separuh harga.

Keyboard ini sangat nyaman dipakai, apalagi untuk aktivitas Abah yang banyak menggunakannya untuk blogging, writing ataupun desain. Kok Abah tahu? Karena di kantor, pakenya keyboard jenis ini. Tombolnya empuk banget. Apalagi, antara keyboard dan mousenya sudah wireless dan cukup terhubung melalui satu USB dongle saja.

3. Aksesoris Anti AirKok ini bisa dimasukin jadi barang impian Abah? Udah dibilangin, barang impian Abah nggak selalu barang mahal! Yang lucu-lucu pun bisa dimasukin ke wishlist. Inipun ada story dikit di belakangnya. Jadi gini, di kantor kan Abah sering banget ditanyain tentang komputer lah, gadget terbaru hingga gosip-gosip teknologi di belakangnya. Uptodate lah Abah kalo soal itu.

Nah, pas mandi aer ke waterboom saat libur lebaran silam, hape Abah nggak bisa ngapa-ngapain di kolam. Lah wong air semua, gimana mau motret dan merekam video. Eh, rupa-rupanya, ada salah satu pengunjung yang make alat kayak gini. Oalah, tengsin abis Abah sembari ngedumel dalam hati. Kok nggak tahu dan nggak kepikiran buat bawa aksesoris yang bisa merendam hape dalam air, buat foto-foto gitu. Apa kata orang kantor, kalo soal perintilan seperti ini saja Abah tidak tahu?

4. USB on the Go – Dual Side

Hape Abah udah ngedukung yang namanya USB on the go, jadi flashdisk bisa langsung dicolokkan ke hape dengan bantuan converter port micro-USB. Ada sih jualan konverternya. Tapi repot, karena terpisah dan barangnya kecil, bisa jatuh di sembarang tempat nantinya.

Makanya, butuh yang terintegrasi menjadi satu saja. Lagian, dengan adanya flashdisk ini, bisa menjadikan memori hape Abah, tempat penyimpanan sementara, seandainya tidak ditemukan komputer atau laptop di dekat Abah. Utamanya jika yang mau dipindahkan itu file segede gaban.

5. VR Box  Nah, kalo yang ini, pengen merasakan sensasi virtual reality untuk nonton saja. Namanya juga kepengen kan ya, apalagi Abah hobi nonton Youtube offline menjelang akhir pekan. Kan lumayan bisa merasakan sensasi 3D nya.

Nah, itulah lima barang idaman yang masuk ke wishlist Abah di Prelo. Apakah kamu juga berminat? Sok diaturi, sekarang aplikasi Prelo sudah mendukung untuk dua platform mobile besar, Android dan Apple. (*)

Advertisements

Fathir Masuk Sekolah


Hari ini Senin (17/7/2017), Fathir masuk sekolah. Tepatnya di TK Harapan Ibu, Tanah Mas KM 14 Banyuasin.

Umurnya pas, 5 tahun 5 bulan. Sempat ingin memasukkan ke TK IT yang tak jauh dari rumah. Namun biayanya mahal banget untuk ukuran TK. Biaya masuknya saja, Rp 3 juta rupiah lebih dan biaya per bulannya mencapai Rp 400 ribu.

Fathir di hari pertama sekolah.

Karena, uang beasiswa Fathir tidak cukup untuk biaya masuk ditambah juga dengan pertimbangan lain, merasa tidak adil dengan ayuknya, Siti Nayla yang ‘hanya’ sekolah biasa.

Maka, Fathir pun dimasukkan ke TK Harapan Ibu sama seperti sekolah ayuknya. Biaya pun masih sama, Rp 950 ribu dan biaya bulanan Rp 100 ribu.

Tak muluk-muluk, apa yang bisa kami doakan untuk Fathir. Semoga cadelnya segera hilang, keberaniannya tumbuh, kemandiriannya berkembang serta hafal doa-doa harian dan surat pendek.

Tentang baca tulis dan berhitung, meski tak prioritas, kalaupun diajarkan dan Fathir bisa mengikutinya, anggap saja bonus.

Harapan yang lain, semoga tahun depan dua beradik ini bisa saya pindahkan ke Palembang. Di sekolah unggul.

Abah sadar, pendidikan adalah segalanya. Maka aku tak boleh mempertaruhkan masa depan mereka dengan memberikan pendidikan ala kadarnya. Sebisa mungkin, paling minimal pendidikan dasar bisa diberikan.

Selain euforia dengan Fathir yang masuk sekolah, untuk ayuknya Siti Nayla, Abah telah berjanji akan lebih fokus memberikan perhatian kepadanya, bahwa jam 19.30 sampai 20.30 adalah Jam Belajar Malamnya. Dan akan Abah dampingi sekuat tenaga. Semua kebutuhannya, akan Abah penuhi, termasuk kursus, buku dan LKS-nya.

Akan saya catat dan lengkapi perkembangan belajar dan pemahaman nya. Insya allah.. Target, ia bisa masuk ranking 3 besar, semoga menjadi kesan manis bagi sekolahnya.

Amin! Semoga Allah Swt mengijabah doa kami..

– Tanah Mas, 17 Juli 2017 –

Nasihat untuk diri sendiri : Jangan pernah merasa cukup


Jangan pernah merasa cukup!

Duhai Abah, tamaklah! Karena kini kamu tidak hanya mengurusi diri kamu sendiri. Ada istrimu yang menginginkan perbaikan hidup setelah 10 tahun menikah.

Ada nayla yang harus dipersiapkan sekolahnya, kelas lima akan pindah ke Palembang, akan dikursuskan, bimbel dan bahasa inggris.

Ada Fathir yang juga akan sekolah tahun depan di kota Palembang. Ia butuh sepeda baru.

Ada keluarga besar orangtua dan mertua yang juga butuh perhatian dan dukungan finansial.

Tak cukup kata-kata, “Insya allah..” Tapi, akan elegan dan solutif jika mampu berkata, “Payo, gek aku transfer..”

Jadi, Tamaklah! Jangan pura-pura zuhud, jangan pernah merasa cukup.

Yang mendesak dalam 6 bulan ini, dana untuk membeli mobil, membangun rumah. Bulan ke-9, dana untuk sekolah Fathir dan Nayla.

-Tanah Mas, 12 Juli 2017 –

Kematian dan Andai


Kafaakum bil mauti waa’idun — Cukuplah kematian sebagai pengingat mu (Umar bin khattab)

Kematian, tak ada yang mampu memahami rahasia di baliknya. Ia masuk kesekian rahasia Allah yang tersembunyi di balik tabir gaib. Termasuk rahasia alam ruh, alam kubur dan alam rahim.

Meninggal dunia, mungkin telah menjadi suatu kepastian yang tak terbantahkan bagi setiap mahluk yang bernyawa. Ia pasti datang. Pasti!! Tinggal kemudian adalah bagaimana keadaan akhirnya tersebut.

Hari ini (30/5) Abah menerima kabar kematian seorang teman, suami dari relawan DSIM, Indah. Sungguh tragis kisah kematiannya yang sampai ke telinga Abah. Bukan karena sakit, bukan pula karena kecelakaan. Tapi ‘karena’ yang lain.

Ashabul kisah, berdasarkan sanad yang layak dipercaya. Hari itu Sabtu (28/5) sore, suami Indah disuruh untuk menengok rumah mertuanya di daerah Komperta, Plaju. Kebetulan rumah itu tengah kosong, rencananya sang suami akan menunggui malam itu. Dan sore itu maksudnya mungkin untuk sekedar menengok dan menghidupkan lampu rumah.

Ketika tiba di lokasi, sekitar pukul 16.30, mereka berdua tiba di depan rumah mertuanya tersebut. Betapa kagetnya setelah mereka lihat ada beberapa motor yang parkir di depan rumah. Mereka berdua langsung curiga. Mereka mengelilingi rumah, dan tampak gembok rumah sudah hancur dibobol. Sedangkan pintu sudah terbuka sedikit.

Indah yang merasakan gelagat aneh, “Kak, idak usah masuk ke dalam”. Melarang suaminya melihat. Entah mengapa, sang suami tetap masuk sementara Indah gelisah menunggu di luar. Di dalam, ada tiga orang asing (menurut cerita yang lain hanya dua orang). Mereka sama-sama kaget.

Karena panik, para pelaku segera menghujamkan pisau yang mereka pegang ke perut sang suami. Tanpa perlawanan berarti akhirnya, sang suami roboh. Sedangkan para pelaku yang tak ingin ketahuan, segera melarikan diri dan sempat mengejar Indah yang berdiri di tak jauh dari sepeda motornya. Beruntung Indah tak mendapat cidera apa-apa. Cuma motor mereka ikut dilarikan oleh perampok.

Indah berteriak panik dan histeris, melihat suaminya telah bersimbah darah. Teriakan minta tolong Indah tak membantu tetangga untuk datang lebih cepat. Sang suami akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit…

Kematian datang begitu cepat. Tak sempat memberi isyarat sedikitpun…

Abah kecut mendengarnya, mendengar kematiannya, lebih-lebih lagi mendengar dan membayangkan bagaimana akhir kematiannya. Banyak yang menyayangkan sikap gegabah sang suami saat itu. Andai, ia tidak usah masuk. Andai ia menuruti permintaan istrinya. Andai..

***

Sebelumnya juga Abah menerima kabar kematian seorang sahabat tercinta. Hari Jumat (27/5) pukul 14.00, seorang teman mengabarkan kematian Syahri Gunawan di usianya yang baru 25 tahunan. Sedih, sangat sedih. Kematian sahabat dekat membuat badan ini meriang, membayangkan bagaimana ia menghadapi sakaratul maut, bagaimana ia diantarkan ke liang lahat, bagaimana nanti bila ia ditanya oleh Munkar dan Nangkir?

Sederet pertanyaan menggantung di benak Abah. Allah mudahkanlah urusannya untuk menghadap-Mu..

Terakhir Abah bersama Gun (biasa ia dipanggil) saat hari terakhir bekerja di Beritapagi, 31 Januari lalu. Dan tak lama sesudah Abah keluar, teman-teman memberi kabar, Gun divonis kanker usus. Innalillahi..

Tak banyak Abah bisa perbuat, selain mendoakannya diam-diam di penghujung shalat dan memberi support melalui wall Facebook-nya. Kurang lebih tiga bulan ia tanggung penyakit tersebut. Penyakit yang sama, yang pernah merenggut nyawa almarhum ibunya beberapa tahun sebelumnya.

Mulanya ia sering mengalami sakit di bagian perutnya. Oleh pihak keluarga ia diperiksakan ke RS Charitas. Semula ia didiagnosa mengalami infeksi usus (flu usus) setelah dirawat satu minggu ia diperbolehkan pulang dan kontrol beberapa hari sekali.

Namun, tak lama perutnya kembali sakit dan akhirnya dibawa ke RSMH. Ditemukan cairan dalam jumlah banyak dalam perutnya. Segera setelah dilakukan serangkaian tes dan observasi, Gun dinyatakan terkena kanker usus, dan sebagain sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Keluarga Gun pun ditawari untuk di kemoterapi. Satu-satunya tindakan penyembuhan bagi penyakit kanker secara medis. Walau mungkin ada terapi lain, seperti bilang seorang teman. Di Singapura sudah ada penanganan kanker tanpa perlu kemoterapi. Namun biayanya bisa tembus ratusan juta rupiah! Ternyata kalau sudah sakit, sehat menjadi mahal!

Terkait dengan usulan kemoterapi tadi, pihak keluarga seperti keberatan. Mungkin trauma dengan penanganan yang sama terhadap ibunya Gun.

Akhirnya pihak keluarga membawa Gun pulang. Mencoba pengobatan alternatif dan mencari second opinion dari dokter yang lain. Selama lebih dari dua bulan masa pengobatan alternatif jauh hingga ke Bangka, kesehatannya justru merosot. Badannya benar-benar tinggal tulang. Mata cekung dengan perut besar. Alih-alih mendapatkan pendapat yang berbeda, dokter-dokter lain yang dikunjungi justru menguatkan hasil uji Lab, dan memang kemoterapi sebagai satu-satunya cara pengobatan untuknya.

Apalagi, dokter RSMH pertama yang memeriksa Gun dan menyatakan positif kanker justru dokter senior. Sedangkan second opinion yang dilakukan oleh keluarga Gun tadi terhadap dokter-dokter junior yang masih berkonsultasi pula dengan dokter senior tadi..

Akhirnya, setelah lebih dari dua bulan badannya memberikan perlawanan, sampai pulalah batas perlawanan itu.

Andai, keluarga Gun masih mau  mendengarkan nasihat dokter yang pertama untuk melakukan kemoterapi, andai tindakan yang diberikan tidak terlambat. Andai..

Abah diam dan mencoba mengail hikmah. Kematian tetap menjadi rahasia. Kita yang hidup tidak dapat merasakannya. Dan setelah kita sendiri merasakannya, maka kita tidak akan dapat menceritakannya lagi.

Pengandaian hanyalah keluhan kasar dari lisan anak manusia. Kematian itu pasti. Daun namanya telah jatuh di lauhul mahfuz. Tinggal bagaimana akhir episode hidupnya menjelma sebagai husnul khatimah ataukah suul khatimah. Kematian tetap akan menjadi rahasia, tak peduli seberapa majunya teknologi kedokteran saat ini. Tak peduli sejauh mana eksplorasi anak manusia di batas jagat raya.

Ingatlah ukiran kalimat bijak di cincin Umar bin Khattab ra,

“Cukuplah kematian sebagai pengingatmu, Hai Umar!”

http://www.indowebster.com/embed.php?key=Haddad_Alwi_Indstrumentalia_doakuwidth=

Lomba di Internet


Apa kabar Abah? Sudah lama tidak buat tulisan?

Begitu tanya bathin Abah sendiri malam itu. Walau mata sudah terasa kantuk, menunggu air bersih mengucur dari saringan, Abah sempatkan membuat tulisan ini. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane. Mumpung masih ada ide di kepala yang bisa dituliskan.

Alhamdulillah, baik. Masih buat tulisan. Tapi tidak di blog ini.

Abah sekarang lagi asyik bermain Twitter. Berkicau bak burung pipit di ranting pohon. Abah mulai akrab dengan istilah mention, follow, retweet, tanda @, hashtag #, dan istilah-istilah verbal lain yang sering digunakan oleh para tweaps.

Sebenarnya sudah lama punya akun Twitter ini, seperti juga teman-teman Abah yang lain. Cuma yang menjadi penyebab bangkitnya rasa ingin tahu bercuit-cuit via mikroblog ini, yaaa.. gara-gara kemarin dapet hadiah HP Enduro Smart Fren dari lomba pantun dengan tema #lokalplus.

Smart Enduro #lokalplus
Time Line dari Smart Enduro

Akhirnya, setelah vakum beberapa bulan, Abah kerajingan lagi berkompetisi lomba di internet plus makin rajin cari follower. Karena, beberapa perlombaan juga mulai merambah Twitter. Lombanya gampang, hadiahnya gueedeee.. Tapi saingannya juga naujubilee..

Berbeda dengan tahun 2010 kemarin, mainstream hadiah perlombaan sudah bergeser dari netbook ke Ipad! Tambah ngiler Abah mengincarnya ūüėÄ Karena kalau mau beli sendiri nggak mungkin — sangat nggak mungkin. Harganya bisa 2-3 kali gaji Abah. Satu-satunya jalan ya, melalui perlombaan yang rutin digelar di dunia maya. Tinggal masalah kreativitas dan nasib saja..

Oya, sebenarnya kalo kita mau menseriusi setiap hal, dalam hal ini lomba di internet, pasti ada jalan untuk memenangkannya. Abah sendiri sudah beberapa kali memenangkan lomba di internet, baik sifatnya kompetisi maupun undian. Ibarat pepatah Arab, man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya.

Hadiah yang pernah Abah menangi
Hadiah yang pernah Abah menangi

Jadi berburu lomba di internet, sah-sah saja. Tidak ada yang mengharamkannya. Asal, konten lombanya sehat tidak menjurus ke barang/perbuatan ilegal. Termasuk lihat kiri kanan, siapa yang menjadi sponsor. Abah menjaga benar kalau sponsornya dari minuman keras dan rokok, Abah nggak akan ikutan!

Nah, kalau mau menseriusi bantulah ia dengan amalan pengundang rizki. Seperti Shalat Dhuha dan sedekah! Insya Allah, pahala dapet, hadiah datang.. Kalaupun belum menang, coba lagi. Toh, gratis juga ikut lomba-lomba tersebut.

Salam hangat dan jangan lupa follow Abah ya di @pakdezaki