Punya Barang Impian? Beli aja di Shopback, Selalu ada Cashback Setiap Hari!


Setiap orang tentu punya barang yang diidam-idamkan. Termasuk Abah. Tapi andaikata bisa beli dengan harga murah dan dapat cashback pula, siapa yang sanggup menolaknya?

Baiklah, jika ditanya apa barang idaman apa yang paling diinginkan Abah saat ini, maka inilah barangnya :

Headphone Bluedio

Hehe.. langsung to the point aja yak.

Gak papa, ini kan era keterbukaan. Maka semuanya harus jelas dan tegas. Jangan sampai multitafsir.

Yupz, sementara sebagian orang mungkin akan mendamba gadget canggih dengan fitur terkini – yang tentu saja harganya mahal. Maka Abah sangat-sangat kepengen dengan headphone yang satu ini.

Disebut kebutuhan primer, kayaknya nggak juga sih. Tapiii disebut nggak butuh, nyatanya Abah setiap saat kepoin toko-toko online buat lihat spesifikasi dan harganya. Berharap ada toko yang kasih diskon 99% terus bebas ongkos kirim serta bonus kaos pula. Halah!

Ya sudahlah anggap saja Abah butuh gitu, – dan ngebet pake banget! 😀

Ini Alasan Abah

Ok, jika ada yang tanya, mengapa Abah ngebet banget, ya ini alasannya :

1 . Biar gaya

Haduh, ampun deh. Bukannya lupa umur, atau lupa keadaan dompet. Tapi, yang satu ini susah banget ngejelasinnya. Pokoke kalo pake headphone itu kayaknya gaya aja gitu, keren! Nggak ada alasan lain. Please, jangan ditanya lagi untuk poin yang ini ya..

2. Butuh teman kerja yang setia menemani

Selain secangkir kopi, dan sedikit camilan yang tak boleh putus. Abah juga butuh teman kerja yang setia menemani hingga dinihari. Iyalah, secara Abah pekerja serabutan online, mau tak mau, waktu yang paling asyik buat kerja itu ya di malam hari.

Di kala dua bocah sudah tidur, pekerjaan rumah hari itu sudah selesai, Trus isteri pun sudah bobok-cantik di kamar. Maka aneka mahluk malam pun keluar – termasuk ya Abah ini.

Biar gak kesepian dan tak terusik oleh keheningan malam, maka musiklah pilihannya. Tapi toh ya nggak mungkin menghidupkan speaker komputer Abah. Bisa-bisa diamuk oleh isteri dan tetangga sebelah. Apalagi, musik pengantar kerja Abah itu, kelas-kelasnya hardrock gitu, paling ringan Afgan lah. Yang sudah pasti, kudu dialirin secara personal ke kuping Abah sendiri.

Maaf, ini bukan egois cuma ekspresi Me Time yang sepihak. Huahaha..

3. Mood Booster

Alasan yang ini jelas, sebagai mood booster. Bekerja di waktu malam, yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, tentu saja harus berjuang melawan rasa kantuk yang amat sangat. Diiringi pula dengan penurunan mood yang berbanding lurus.

Kondisi ini butuh doping tingkat tinggi – caffeine saja lewat. Dan headphone adalah pilihan yang tepat.

Gak asyik kan ya, di kala kerja. Tetiba suara Mamang Penjual mie tek-tek masuk. Terus suara gedoran khas penjaga malam di tiang listrik juga nimbrung. Bisa-bisa, nanti efek suaranya ikut tertulis di layar komputer.

Teng
Keki banget kan, kalo sampe ketulis

Sempurna banget pokoknya deh, perpaduan musik yang agak nge-beat plus kopi tubruk. Rasanya gak ada yang bisa melawan banjir bandang ide-ide yang mengalir dari dalam kepala. Pokoknya, fungsi yang ini sangat jelas! Kamu nggak boleh nanya lagi yes..

4. Sensasi yang beda

Abah punya sih beberapa earphone – lengseran dari beberapa ponsel lawas Abah. Tapi kalo pake headphone itu kok sepertinya beda aja. Apalagi sudah wireless. Nggak perlu ribet oleh kabelnya.

Psst! Abah punya rahasia, tapi jangan bilang siapa-siapa ya. Begini, di saat menjelang tengah malam, Abah makin rajin bolak-balik ke dapur.

Periksa air ledeng? Bukan!

Cuma patroli isi kulkas. Ngeliatin, kali-kali masih ada yang bisa dimakan. Kadang, saat kelaparan, sisa biskuit anak pun diemut. Psst, jangan ketawa!

Maklum aja Den, otak yang diperas di bawah tekanan deadline itu mudah sekali lapar. Harus segera dikompensasi.

Seperti kata teman, “Logika tanpa Logistik = Anarkis!”

Mana afdol, jika di tengah malam, orang  satu kampung terbangun, gegara ada yang anarkis teriak-teriak gak karuan. Hanya karena, Abah kelaparan, gak bisa mobile ke kulkas, tersangkut kabel earphone. Hahaha..

Dan Inilah Headphone Pilihan Abah

Nah, sampe juga ke bagian yang paling Abah demen. Kesempatan buat ngejelasin barang idaman Abah ini. Perkenalkan : Bluedio T3 Plus Headphones. Ngeliat-nya Abah langsung kepincut. Begitu kepoin spesifikasinya, amboi cantik nian. Kamu juga bisa lihat selengkapnya di laman ini.

Yuk temani Abah liat spesifikasinya :

1. Desainnya, Mantap Jiwa bray!

Hal pertama yang menggoda iman Abah dari headphone ini adalah material yang digunakan. Metal semua Bo’!  Bahan yang digunakan adalah paduan titanium (Titanium alloy). Sehingga hal pertama yang menurut Abah wajib lulus dari sebuah headphone adalah materialnya harus kuat. Ini untuk menjamin, masa pakainya akan lebih awet.

Selanjutnya, untuk urusan desain secara keseluruhan benar-benar mantap jiwa! Klaim dari pabrikannya sih, desain futuristik ini terispirasi dari turbin mesin pesawat terbang. Hal ini bisa dilihat dari penampakan desain diaphgram-nya, lihat gambar di bawah :

turbin

 

2. Fungsi dan Spesifikasi, Kece Badai!

Setelah material produknya bagus, selanjutnya spesifikasi dan fungsinya. Yang paling utama menjadi kebutuhan Abah dari sebuah headphone adalah :

– Sudah pasti harus wireless. Udah capek, pake yang kabel-kabelan. Hayati lelah Bang..

Nah, selain sudah full nirkabel, bonusnya, dari headphone Bluedio T3 Plus ini adalah bisa dipakai menerima panggilan telpon karena dapat dikoneksikan ke smartphone – bahkan dua smartphone sekaligus! Selain itu, juga bisa untuk mendengarkan musik dari gadget via Bluetooth. Keren sangat tak?

– Ada microphone-nya

content_T_-3____-3-21_21

Fungsinya, buat nemanin pekerjaan Abah buat video tutorial. Bonusnya yang ini lebih maknyus. Saking canggihnya, sampe nggak terlihat di mana posisi micnya, apalagi gagang mic. Sang Desainer berhasil meletakkannya menjadi lebih tersembunyi, bersatu dengan bagian headset. Pokoknya keren-keren-keren banget deh!

– Suaranya nggak boleh bocor

Ya jelas lah, untuk apa pake headphone kalo musik bengak-bengok masih bocor, mengalir jauh hingga ke telinga isteri yang lagi pulas di kamar. Bisa-bisa buyar deh konsentrasi kalo sudah ada teriakan halus, dari kamar minta dikecilin – Lah jadi curcol. Bonusnya apalagi nih? Ada deh. Yakni teknologi 3D Surround. Kayak dikepung oleh musik di sekeliling kita. Serasa berada di tengah-tengah konser!

–  Nyaman dipakai

Bisa dipakai lama, paling tidak 3 jam-lah. Nggak panas di kuping dan nggak bikin pegal bahu. Meski demikian, demi alasan kesehatan, setiap jam sangat disarankan untuk dilepas, beri daun telinga untuk beristirahat.

3. Lainnya, Hebring bingits!

Selain fitur dan bonus di atas, masih ada lagi. Headphone ini bisa dimasukkan kartu memori micro SD. Jadi jika dalam posisi bengong, gegara ponsel habis batre, malas nyalain laptop, trus ditambah PLN mati (alamak jang lengkap kali penderitaanmu).

Kita masih tetap bisa mendengarkan lagu kesayangan via memori mungil yang bisa diselipkan di dalam headphone ini. Mantap kan? Terus kamu juga ingin membelinya kan? Nanti dulu, coba kamu lihat fitur selengkapnya dalam gambar berikut. Kamu bakal tambah kepengen juga kek Abah! Heu-heu..

content_T_-3____-3-21_14

Saat tulisan ini diturunkan – cie, berasa jurnalis gitu, headphone kece ini bisa ditebus di Lazada.

Tips Hemat dan Cermat Berbelanja Online ala Abah

Gimana kamu mau beli juga. Hayuk.. 

Tapi sebelumnya, Abah mau kasih sedikit saran jika kamu mau membeli barang secara online. Tolong disimak baek-baek poinnya di bawah ini.

1. Pastikan reputasi penjualnya bagus, biasanya ditandai dengan bintang atau medali (badge).

2. Lihat komentar atau ulasan di bawahnya. Bisa ulasan dari kualitas barangnya, juga ulasan tentang respon penjualnya. Semakin interaktif, semakin menunjukkan kalau penjual masuk dalam kategori recommended seller. Terus, jika komentar tentang produknya banyak yang positif, udah beli saja.

Cara-belanja-di-Shopback-(A

Kalo banyak yang negatif? Cari second opinion. Atau sekalian cari barang lain saja.

3. Cari referensi tentang produk di blog review ataupun Youtube. Pastikan, ekspektasi kamu tidak terlalu tinggi. Beli barang secara online, kelemahannya memang kita tidak bisa merasakan langsung kualitas barang. Namun, jangan khawatir. Saat ini banyak bantuan dari beberapa blogger dan youtuber yang rela melakukan ulasan dan sekaligus unboxing produk.

4. Jika sudah yakin, copas nama barang incaran kamu tadi lalu bukalah website Shopback. Pilih toko yang menjual barang kamu tadi, dan copas di pencarian. Jangan khawatir, merchant yang sudah kerjasama dengan Shopback ini jumlahnya ratusan!

5. Selesaikan transaksi, maka kamu akan mendapatkan keuntungan tambahan dari Shopback, lumayan bisa sampe 30%! Lumayan kan..

Masih belum ngerti nih Bah, Gimana Cara Menggunakan Shopback..

Ok-ok, yuk kita pelajari pelan-pelan di bawah ini :

1. Deuh Abah lupa, kamu harus mendaftar dulu di Shopback ini. Gak ribet kok, tinggal masukin email atau daftar via akun Facebook kamu. Next-next doank, trus beres!

2. Jika sudah, langsung ke TKP. Klik aja : https://www.shopback.co.id akan tampil laman homenya.

Cara belanja di Shopback 3

3. Trus klik toko online kita tadi. Dalam contoh Abah ingin membeli headphone tadi, maka Abah akan mengunjungi Lazada.

Cara belanja di Shopback 2

4. Maka berbelanjalah seperti biasa. Karena kita tadi sudah punya barang impian, maka kita tinggal paste saja nama produk.

Cara belanja di Shopback

5. Selanjutnya, Cashback akan masuk otomatis di akun ShopBack kamu dalam waktu 48 jam dengan status ‘Tertunda’

Cara belanja di Shopback (1)

6. Status Cashback akan berubah dari ‘Tertunda’ menjadi ‘Bisa diklaim’ setelah order divalidasi oleh pihak merchant. Perubahan status memakan waktu 30-60 hari untuk memastikan tidak ada order yang ditukar atau dikembalikan

Cara belanja di Shopback (4)

7. Kamu dapat meminta pembayaran setelah mengumpulkan Cashback yang bisa diklaim minimum Rp 50.000

Cara belanja di Shopback (3)

8. Selamat! Bonus cashback sudah siap dikirim ke rekening kamu. Oiya, jangan lupa untuk memasukkan data rekening Bank kamu ya. Biar setelah melewati batas ambang, kamu bisa menarik uangnya ke bank kamu.

Cara belanja di Shopback (2)

Bagaimana, menarik bukan? Oya, Shopback juga punya aplikasi smartphone. Tampilannya simpel dan mudah digunakan. Yuk didownload aja via link di bawah ini :

Shopback via Appstore
Shopback via Google Play

Demikian, sedikit tips dari Abah perihal belanja yang hemat dan cermat bersama Shopback. Makanya, jika kamu punya barang impian? Beli aja di Shopback, selalu ada cashback setiap harinya! (*)

Kematian dan Andai


Kafaakum bil mauti waa’idun — Cukuplah kematian sebagai pengingat mu (Umar bin khattab)

Kematian, tak ada yang mampu memahami rahasia di baliknya. Ia masuk kesekian rahasia Allah yang tersembunyi di balik tabir gaib. Termasuk rahasia alam ruh, alam kubur dan alam rahim.

Meninggal dunia, mungkin telah menjadi suatu kepastian yang tak terbantahkan bagi setiap mahluk yang bernyawa. Ia pasti datang. Pasti!! Tinggal kemudian adalah bagaimana keadaan akhirnya tersebut.

Hari ini (30/5) Abah menerima kabar kematian seorang teman, suami dari relawan DSIM, Indah. Sungguh tragis kisah kematiannya yang sampai ke telinga Abah. Bukan karena sakit, bukan pula karena kecelakaan. Tapi ‘karena’ yang lain.

Ashabul kisah, berdasarkan sanad yang layak dipercaya. Hari itu Sabtu (28/5) sore, suami Indah disuruh untuk menengok rumah mertuanya di daerah Komperta, Plaju. Kebetulan rumah itu tengah kosong, rencananya sang suami akan menunggui malam itu. Dan sore itu maksudnya mungkin untuk sekedar menengok dan menghidupkan lampu rumah.

Ketika tiba di lokasi, sekitar pukul 16.30, mereka berdua tiba di depan rumah mertuanya tersebut. Betapa kagetnya setelah mereka lihat ada beberapa motor yang parkir di depan rumah. Mereka berdua langsung curiga. Mereka mengelilingi rumah, dan tampak gembok rumah sudah hancur dibobol. Sedangkan pintu sudah terbuka sedikit.

Indah yang merasakan gelagat aneh, “Kak, idak usah masuk ke dalam”. Melarang suaminya melihat. Entah mengapa, sang suami tetap masuk sementara Indah gelisah menunggu di luar. Di dalam, ada tiga orang asing (menurut cerita yang lain hanya dua orang). Mereka sama-sama kaget.

Karena panik, para pelaku segera menghujamkan pisau yang mereka pegang ke perut sang suami. Tanpa perlawanan berarti akhirnya, sang suami roboh. Sedangkan para pelaku yang tak ingin ketahuan, segera melarikan diri dan sempat mengejar Indah yang berdiri di tak jauh dari sepeda motornya. Beruntung Indah tak mendapat cidera apa-apa. Cuma motor mereka ikut dilarikan oleh perampok.

Indah berteriak panik dan histeris, melihat suaminya telah bersimbah darah. Teriakan minta tolong Indah tak membantu tetangga untuk datang lebih cepat. Sang suami akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit…

Kematian datang begitu cepat. Tak sempat memberi isyarat sedikitpun…

Abah kecut mendengarnya, mendengar kematiannya, lebih-lebih lagi mendengar dan membayangkan bagaimana akhir kematiannya. Banyak yang menyayangkan sikap gegabah sang suami saat itu. Andai, ia tidak usah masuk. Andai ia menuruti permintaan istrinya. Andai..

***

Sebelumnya juga Abah menerima kabar kematian seorang sahabat tercinta. Hari Jumat (27/5) pukul 14.00, seorang teman mengabarkan kematian Syahri Gunawan di usianya yang baru 25 tahunan. Sedih, sangat sedih. Kematian sahabat dekat membuat badan ini meriang, membayangkan bagaimana ia menghadapi sakaratul maut, bagaimana ia diantarkan ke liang lahat, bagaimana nanti bila ia ditanya oleh Munkar dan Nangkir?

Sederet pertanyaan menggantung di benak Abah. Allah mudahkanlah urusannya untuk menghadap-Mu..

Terakhir Abah bersama Gun (biasa ia dipanggil) saat hari terakhir bekerja di Beritapagi, 31 Januari lalu. Dan tak lama sesudah Abah keluar, teman-teman memberi kabar, Gun divonis kanker usus. Innalillahi..

Tak banyak Abah bisa perbuat, selain mendoakannya diam-diam di penghujung shalat dan memberi support melalui wall Facebook-nya. Kurang lebih tiga bulan ia tanggung penyakit tersebut. Penyakit yang sama, yang pernah merenggut nyawa almarhum ibunya beberapa tahun sebelumnya.

Mulanya ia sering mengalami sakit di bagian perutnya. Oleh pihak keluarga ia diperiksakan ke RS Charitas. Semula ia didiagnosa mengalami infeksi usus (flu usus) setelah dirawat satu minggu ia diperbolehkan pulang dan kontrol beberapa hari sekali.

Namun, tak lama perutnya kembali sakit dan akhirnya dibawa ke RSMH. Ditemukan cairan dalam jumlah banyak dalam perutnya. Segera setelah dilakukan serangkaian tes dan observasi, Gun dinyatakan terkena kanker usus, dan sebagain sel kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Keluarga Gun pun ditawari untuk di kemoterapi. Satu-satunya tindakan penyembuhan bagi penyakit kanker secara medis. Walau mungkin ada terapi lain, seperti bilang seorang teman. Di Singapura sudah ada penanganan kanker tanpa perlu kemoterapi. Namun biayanya bisa tembus ratusan juta rupiah! Ternyata kalau sudah sakit, sehat menjadi mahal!

Terkait dengan usulan kemoterapi tadi, pihak keluarga seperti keberatan. Mungkin trauma dengan penanganan yang sama terhadap ibunya Gun.

Akhirnya pihak keluarga membawa Gun pulang. Mencoba pengobatan alternatif dan mencari second opinion dari dokter yang lain. Selama lebih dari dua bulan masa pengobatan alternatif jauh hingga ke Bangka, kesehatannya justru merosot. Badannya benar-benar tinggal tulang. Mata cekung dengan perut besar. Alih-alih mendapatkan pendapat yang berbeda, dokter-dokter lain yang dikunjungi justru menguatkan hasil uji Lab, dan memang kemoterapi sebagai satu-satunya cara pengobatan untuknya.

Apalagi, dokter RSMH pertama yang memeriksa Gun dan menyatakan positif kanker justru dokter senior. Sedangkan second opinion yang dilakukan oleh keluarga Gun tadi terhadap dokter-dokter junior yang masih berkonsultasi pula dengan dokter senior tadi..

Akhirnya, setelah lebih dari dua bulan badannya memberikan perlawanan, sampai pulalah batas perlawanan itu.

Andai, keluarga Gun masih mau  mendengarkan nasihat dokter yang pertama untuk melakukan kemoterapi, andai tindakan yang diberikan tidak terlambat. Andai..

Abah diam dan mencoba mengail hikmah. Kematian tetap menjadi rahasia. Kita yang hidup tidak dapat merasakannya. Dan setelah kita sendiri merasakannya, maka kita tidak akan dapat menceritakannya lagi.

Pengandaian hanyalah keluhan kasar dari lisan anak manusia. Kematian itu pasti. Daun namanya telah jatuh di lauhul mahfuz. Tinggal bagaimana akhir episode hidupnya menjelma sebagai husnul khatimah ataukah suul khatimah. Kematian tetap akan menjadi rahasia, tak peduli seberapa majunya teknologi kedokteran saat ini. Tak peduli sejauh mana eksplorasi anak manusia di batas jagat raya.

Ingatlah ukiran kalimat bijak di cincin Umar bin Khattab ra,

“Cukuplah kematian sebagai pengingatmu, Hai Umar!”

http://www.indowebster.com/embed.php?key=Haddad_Alwi_Indstrumentalia_doakuwidth=

Lomba di Internet


Apa kabar Abah? Sudah lama tidak buat tulisan?

Begitu tanya bathin Abah sendiri malam itu. Walau mata sudah terasa kantuk, menunggu air bersih mengucur dari saringan, Abah sempatkan membuat tulisan ini. Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane. Mumpung masih ada ide di kepala yang bisa dituliskan.

Alhamdulillah, baik. Masih buat tulisan. Tapi tidak di blog ini.

Abah sekarang lagi asyik bermain Twitter. Berkicau bak burung pipit di ranting pohon. Abah mulai akrab dengan istilah mention, follow, retweet, tanda @, hashtag #, dan istilah-istilah verbal lain yang sering digunakan oleh para tweaps.

Sebenarnya sudah lama punya akun Twitter ini, seperti juga teman-teman Abah yang lain. Cuma yang menjadi penyebab bangkitnya rasa ingin tahu bercuit-cuit via mikroblog ini, yaaa.. gara-gara kemarin dapet hadiah HP Enduro Smart Fren dari lomba pantun dengan tema #lokalplus.

Smart Enduro #lokalplus
Time Line dari Smart Enduro

Akhirnya, setelah vakum beberapa bulan, Abah kerajingan lagi berkompetisi lomba di internet plus makin rajin cari follower. Karena, beberapa perlombaan juga mulai merambah Twitter. Lombanya gampang, hadiahnya gueedeee.. Tapi saingannya juga naujubilee..

Berbeda dengan tahun 2010 kemarin, mainstream hadiah perlombaan sudah bergeser dari netbook ke Ipad! Tambah ngiler Abah mengincarnya 😀 Karena kalau mau beli sendiri nggak mungkin — sangat nggak mungkin. Harganya bisa 2-3 kali gaji Abah. Satu-satunya jalan ya, melalui perlombaan yang rutin digelar di dunia maya. Tinggal masalah kreativitas dan nasib saja..

Oya, sebenarnya kalo kita mau menseriusi setiap hal, dalam hal ini lomba di internet, pasti ada jalan untuk memenangkannya. Abah sendiri sudah beberapa kali memenangkan lomba di internet, baik sifatnya kompetisi maupun undian. Ibarat pepatah Arab, man jadda wa jadda. Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya.

Hadiah yang pernah Abah menangi
Hadiah yang pernah Abah menangi

Jadi berburu lomba di internet, sah-sah saja. Tidak ada yang mengharamkannya. Asal, konten lombanya sehat tidak menjurus ke barang/perbuatan ilegal. Termasuk lihat kiri kanan, siapa yang menjadi sponsor. Abah menjaga benar kalau sponsornya dari minuman keras dan rokok, Abah nggak akan ikutan!

Nah, kalau mau menseriusi bantulah ia dengan amalan pengundang rizki. Seperti Shalat Dhuha dan sedekah! Insya Allah, pahala dapet, hadiah datang.. Kalaupun belum menang, coba lagi. Toh, gratis juga ikut lomba-lomba tersebut.

Salam hangat dan jangan lupa follow Abah ya di @pakdezaki

Hipnotis IDP


Ahad, Pukul 23.15

Di dalam kelambu

Abah terpikat dengan hipnotis IDP. Selama 8 menit, abah tak bergeming memperhatikan setiap gerak tubuh dan cerita yang ingin disampaikannya. Sampai ketika IDP selesai curhat, barulah Abah berasa sesak di dada…

Kelamaan tengkurap membuat dada sakit! 😀

Ups, jangan ngeres dulu! Abah memang berduaan malam itu dengan IDP, tapi buat meratiin video klipnya yang berjudul Indah Dewi Pertiwi – Hipnotis [Versi II]. Bukannya yang laen..

Nih foto Abah saat ngeliatin IDP. Kurang lebih begini deh..

abah dalem kelambuAsli, terkagum-kagum Abah dengan video klipnya. Abah menerka-nerka, konsep animasi 3D dan CGI-nya sedemikian halus dan ciamik, buatan siapa ya? Made in anak negrikah? Kalo bener begitu, wah naik dong bahu abah. Kreativitas anak negri berarti nggak jauh-jauh amat tertinggal dengan orang bule.. Abah bangga sebagai orang Indonesia.

Buat yang penasaran, Abah buat gambarnya. Nggak usah dipuji, biasa aja kok he-he..

Klip Hipnotis IDP versi AbahSecara konsep, video klip Hipnotis bolehlah mendapat ponten nilai 8. Walau mungkin sebagian blogger bakal menilai hubungan antara konten lagu dengan penggambaran animasinya gak  nyambung. Namun, seperti halnya dalam berkreatif ataupun berkesenian, tak seharusnya proses harus bener-bener straight dengan ide yang hendak disampaikan.

Ambil saja ketika kita membaca novel-novel klasik semacam Atheis karya Achdiat Kartamihardja atau Tenggelamnya Kapal van der Weijk karangan Hamka. Betapa banyak kalimat-kalimat dalam kedua novel tersebut yang sebenarnya tidak perlu ada, namun justru itu yang dibutuhkan oleh pembacanya. Justru itu poin yang ingin dinikmati. Kata-kata yang cenderung berbunga, dengan penggunaan majas dan peribahasa yang menawan, akan semakin menghipnotis para pecinta novel untuk tenggelam dalam ceritanya.

Begitu juga dengan klip Hipnotis IDP ini. Penggunaan aspek animasi dan koreografi yang menghentak, adalah sebagai bentuk permainan ‘gaya bahasa’ IDP dalam menyampaikan apresiasi seninya. Termasuk dalam hal alur, yang akan membuat orang yang pertama kali melihat, akan menebak-nebak kemanakah alur cerita dari klip ini. Penonton akan mendapat kejutan dengannya.

Bayangkan bila klip yang dibuat datar-datar saja, sedikit sekali pengalaman visual yang akan didapat oleh penonton.  Setuju ataupun tidak, IDP telah membuat diferensiasi dalam karyanya di tengah begitu banyaknya klip yang beredar secara generik alias dengan rasa yang sama.

Secara visual, sampai menulis di detik ini, Abah masih terbayang animasi-animasi yang kuat darinya. Maklumlah, Abah baru pertama kali melihatnya. Itupun karena Abah ngeliat endorse dari blog berita detiknews. Kasihan ya Abah 😀 .. Secara Abah juga termasuk maniak dengan film kartun dan animasi.

Boleh jadi, konsep klip Hipnotis dari Indah Dewi Pertiwi ini terinspirasi oleh film futuristic semacam Transformer ataupun iRobot. Namun, penggarapannya dengan melibatkan panorama Indonesia serta lintas zaman yang terjadi di Indonesia, memberikan rasa lokal tersendiri baginya.

Pesan yang ingin disampaikan oleh IDP, — ini versi Abah lho, hati-hati bermain dengan ‘remote masa depan’-mu! Bisa-bisa nggak bisa pulang lagi ke masa yang sekarang. Berhati-hati dengan apa yang kita perbuat terhadap bumi, agar kita tidak menyesal saat nanti bumi harus hancur karena kerusakan alam akibat tangan-tangan tak bertanggung jawab kita semua.

Karena, ‘remote masa depan’ kita, yakni keadaan diri dan usaha yang kita lakukan masa sekarang ini, bisa rusak dan berbuntut pada penyesalan.

Ini tergambar jelas dalam klipnya, di mana IDP begitu mudahnya ia memainkan remotenya sehingga terhipnotis untuk teleport dari satu tempat ke tempat yang lain, serta dari satu zaman ke zaman yang lain. Sampai-sampai remote -nya sempat rusak, dan betapa paniknya ia kalau ia tak bisa kembali ke bumi yang sekarang..

Save the Planet!

Di Jalan Kita Selalu Benar


Abah termasuk salah seorang yang memanfaatkan sepeda motor sebagai sarana transportasi. Total jarak tempuh kurang lebih 30 km per hari. Pergi – pulang kantor. Dengan jarak yang cukup jauh tersebut, wajar bila kemudian 1/8 dari waktu kerja Abah, habis untuk di jalan.

Bukan itu saja, karena cukup lama berada di jalan, Abah kurang lebih paham dengan sifat dan tingkah laku para pengguna jalan. Dan yang paling menonjol adalah sifat selalu merasa benar. Siapapun dia, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, biker, bis kota hingga hingga mobil pribadi.

Contoh sederhana bisa dimulai dari Abah sendiri. Ketika lagi ingin berkendara secara santai, dan tiba-tiba kendaraan yang ada di belakang, tak hentinya memencet bel ingin mendahului. Tak urung Abah sedikit menghardik, “Oi, sabar.. Pecak paling ngebut dewek..”. Walau ngedumel, Abah tetap berusaha memberi jalan.

Di lain waktu, ketika Abah terburu-buru berangkat ke kantor karena kesiangan atau karena ada apel (biasanya tiap Senin pagi), salip-menyalip terpaksa Abah lakoni. Sisi nafsu Abah langsung berbisik, “Alangke lambatnyo pulo bemotor.. wong nak cepet”. Kalaupun ada yang merasa tak rela dipotong dan melototi, Abah laju saja. Sambil balas melotot via spion. Tentunya setelah jauh darinya.. He-he.. 🙂

Tak hanya soal salip-menyalip, dalam hal menunggu lampu merah pun, tidak setiap kita sabar untuk menunggu lampu benar-benar hijau. Atau, melonggarkan grip gas saat dari jauh traffic light sudah mulai terlihat kuning. Untuk yang satu ini, Abah paling sering melihatnya. Pelakunya bukan sekedar kelas sepeda motor, bus kota pun kerap kali memberikan contoh kurang ajar.

Suatu saat, pernah Abah berhenti di garis putih lampu merah. Di samping Abah mobil truk dan di belakang ada sepeda motor pula. Tiba-tiba dua buskota tarikan dari arah berlawanan, menerobos lampu merah. Dan ndilala, dari arah kanan abah, meluncur truk fuso karena memang gilirannya.

Saking gilanya, bukannya mengerem, keduanya malah tancap gas berusaha saling mendahului, dan hampir-hampir menyerempet Abah dan motor yang ada di belakang Abah. Akibatnya, truk fuso, dengan terengah-engah mengerem berdecit-decit, mengalah.

Gemas sekali rasanya, ingin sekali Abah terjang badan buskota yang hampir menyerempet Abah tadi. Untung Abah tidak berani. Kalo nggak, bisa habis motor Abah ikut terseret.

Mengapa kita nekat menerobos?

Padahal tidak ada yang bakal memuji tindakan sembrono pengguna jalan seperti itu. Ingin disebut pemberani? Ho-ho.., alih-alih memuji, bahkan hampir seluruh pengguna jalan akan menyumpah-serapah : “Mogolah tebalik!!”, “Mati lah kau..” atau “Nduk-ai, cak melawan nian. Teserempet truk baru tahu raso..”.

Lucunya, ketika sudah terjadi kecelakaan, tanpa dikomando pun seluruh pengguna jalan akan menolongnya..

Ketika kita menjadi pengguna biskota, kita pun sering memaki sepeda motor yang menyalip. Namun, ketika kita naik sepeda motor, berapa kali kita menghardik bis kota yang sembarangan berhenti dan menurunkan penumpang.

Di jalanan kita selalu merasa benar. Kita ingin mendapatkan prioritas didahulukan di jalan. Kita ingin semua salah kita dimaafkan. Tapi, kita membebaskan diri dari belas kasihan, saat orang lain salah. Seolah sedikit saja orang salah, merupakan kesalahan fatal dan takkan puas hati bila tak mengeluarkan kata-kata kotor.

Ahh.. andai kantor, pasar dan mal ada di sebelah rumah, tak perlu Abah menumpak sepeda motor. Tak perlu Abah berjumpa pemandangan tak sehat ini. Mari menjaga hati di jalan, agar tidak perlu selalu merasa benar. Kembali ke nasihat lama, Biar lambat asal selamat..

Akur?